Selasa, 10 Desember 2013

daftar isi

0 komentar
Silahkan klik tautan di bawah ini


Read more...

Senin, 09 Desember 2013

Takdirkan Masuk Neraka dan Surga

0 komentar

Sekilas Memahami Apakah Manusia Ditakdirkan Masuk Neraka dan Surga

Takdir Allah terhadap manusiaAda sebuah hadits shahih yang mungkin cukup sulit dipahami dan terasa menyesakan dan berat di hati untuk menerimanya. Hadits tersebut berkaitan dengan nasib atau takdir Allah Subhanahu wa Ta’ala bagi manusia apakah akan bahagia atau celaka serta akhir kehidupan manusia apakah akan menjadi penghuni surga atau neraka. Hadits ini yang diriwayatkan Imam al-Bukhari dalam Shahih-nya, pada kitab Bada’ul Khalq Bab Dzikrul Mala’ikah no. 3208, kitab Ahaditsul Anbiya no. 3332 dan Imam Muslim dalam Shahih-nya, pada kitab al-Qadar no. 2643 yang berbunyi:
عَنْ عَبْدِ اللهِ بنِ مَسْعوْدٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قالَ: حَدَّثَنَا رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وهُوَ الصَّادِقُ الْمَصْدُوْقُ: إنَّ أَحَدَكُم يُجْمَعُ خلقُهُ فِيْ بَطْنِ أُمِّهِ أَرْبَعِيْنَ يَوْمًا نُطْفَةً، ثُمَّ يَكُوْنُ عَلَقَةً مِثْلَ ذَلِكَ، ثُمَّ يَكُوْنُ مُضْغَةً مِثلَ ذَلِكَ، ثُمَّ يُرْسَلُ إِلَيْهِ الْمَلَكُ فيَنْفُخُ فِيْهِ الرُّوْحَ، وَيُؤْمَرُ بِأَرْبَعِ كَلِمَاتٍ: بِكَتْبِ رِزْقِهِ، وَأَجَلِهِ، وَعَمَلِهِ، وَشَقِيٌّ أَوْ سَعِيْدٌ، فَوَاللهِ الَّذِيْ لاَ إِلَهَ غُيْرُهُ، إِنَّ أَحَدَكُمْ لَيَعْمَلُ بِعَمَلِ أَهْلِ الْجَنَّةِ حَتَّى مَا يَكُوْنُ بَيْنَهُ وَبَيْنَهَا إِلاَّ ذِرَاعٌ فَيَسْبِقُ عَلَيْهِ الْكِتَابُ فَيَعْمَلُ بِعَمَلِ أَهْلِ النَّارِ فَيَدْخُلُهَا، وَإِنَّ أَحَدَكُمْ لَيَعْمَلُ بِعَمَلِ أَهْلِ النَّارِ حَتَّى مَا يَكُوْنُ بَيْنَهُ وَبَيْنَهَا إِلاَّ ذِرَاعٌ فَيَسْبِقُ عَلَيْهِ الْكِتَابُ، فَيَعْمَلُ بِعَمَلِ أَهْلِ الْجَنَّةِ فَيَدْخُلُهَا. (رَوَاهُ الْبُخَارِيُّ وَمُسْلِمٌ)
Dari Abu Abdirrahman Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu ‘anhu, ia berkata, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menuturkan kepada kami, dan beliau adalah ashshadiqul mashduq (orang yang benar lagi dibenarkan perkataannya), beliau bersabda,

‘Sesungguhnya seorang dari kalian dikumpulkan penciptaannya dalam perut ibunya selama 40 hari dalam bentuk nuthfah, kemudian menjadi ‘alaqah (segumpal darah) seperti itu pula. Kemudian menjadi mudhghah (segumpal daging) seperti itu pula. Kemudian seorang malaikat diutus kepadanya untuk meniupkan ruh di dalamnya dan diperintahkan untuk menulis empat hal, yaitu menuliskan rizkinya, ajalnya, amalnya, dan celaka atau bahagianya. Maka demi Allah yang tidak ada ilah yang berhak diibadahi dengan benar melainkan Dia, sesungguhnya salah seorang dari kalian beramal dengan amalan ahli surga, sehingga jarak antara dirinya dengan surga hanya tinggal sehasta, tetapi catatan (takdir) mendahuluinya lalu ia beramal dengan amalan ahli neraka, maka dengan itu ia memasukinya. Dan sesungguhnya salah seorang dari kalian beramal dengan amalan ahli neraka, sehingga jarak antara dirinya dengan neraka hanya tinggal sehasta, tetapi catatan (takdir) mendahuluinya lalu ia beramal dengan amalan ahli surga, maka dengan itu ia memasukinya.’”

Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin menjelaskan bahwa di sana, dan segala puji bagi Allah, terdapat nash-nash lain yang melegakan orang-orang mukmin dengan menghilangkan rasa kekhawatirannya yang berkaitan dengan hadits ini. Di antaranya adalah bahwasanya Nabi shallallahu ‘alaihi wa salam bersabda,
“Tidaklah ada seorang pun dari kalian melainkan telah dituliskan (ditetapkan) tempat duduknya di surga dan tempat duduknya di neraka.” Bertanyalah para sahabat, “Ya Rasulullah, (kalau begitu) apakah tidak (sebaiknya) kita pasrah saja terhadap tulisan itu dan kita tinggalkan amalan-amalan itu.” Beliau menjawab, “ Beramallah kalian, (sesungguhnya) tiap-tiap diri itu akan dimudahkan (jalan menuju) apa-apa yang telah Allah ciptakan (tetapkan), adapun ahli keberuntungan mereka pun akan dimudahkan (jalan menuju) amalan ahli keberuntungan, sedangkan ahli celaka, mereka pun akan dimudahkan (jalan menuju) amalan ahli celaka.” [HR Bukhari Juz 6 Kitab at-Tafsir]
Kemudian beliau membaca firman Allah Subhanahu wa Ta’ala, “Adapun orang yang memberikan (hartanya di jalan Allah) dan bertakwa, dan membenarkan adanya pahala yang terbaik (surga), maka Kami kelak akan menyiapkan baginya jalan yang mudah. Dan adapun orang-orang yang bakhil dan merasa dirinya cukup, serta mendustakan pahala yang terbaik, maka kelak Kami akan menyiapkan baginya (jalan) yang sukar.” (QS al-Lail: 5-10)
Jadi ini adalah sebuah kabar gembira bagi manusia dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa salam, yaitu ketika ia beramal dengan perbuatan-perbuatan ahli keberuntungan maka ini adalah dalil bahwasanya ia telah dituliskan termasuk golongannya ahli keberuntungan, maka hendaklah merasa gembira dengannya.
Imam al-Bukhari juga meriwayatkan di dalam kitab Shahihnya bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa salam berada di dalam sebuah peperangan ketika bersama beliau ada seorang pemberani dan pantang mundur, maka pada suatu hari Nabi shallallahu ‘alaihi wa salam bersabda, “Sesungguhnya orang ini termasuk ahli neraka beserta kegagahan dan juga keberaniannya.” Maka menjadi besarlah perkaranya di kalangan para sahabat dan mencemaskan suasana mereka, maka berkatalah salah seorang sahabat, “Demi Allah aku akan senantiasa menyertai orang itu,” maka ia pun senantiasa menyertai dan mengawasi orang itu.  Lalu orang itupun terkena panah dari musuh, maka ia pun murka, lalu ia taruh pedangnya di dadanya untuk kemudian ia bersandar padanya sampai keluarlah pedangnya itu menembus punggungnya. Ia pun telah membunuh dirinya. Maka sahabat itu pun mendatangi Nabi shallallahu ‘alaihi wa salam, lalu ia berkata, “Aku bersaksi bahwa engkau adalah Rasul Allah!” Nabi bertanya, “Dan apa yang terjadi?” Ia pun menjawab, “Sesungguhnya orang yang engkau katakan kepada kami bahwa ia termasuk ahli neraka itu berbuat begini dan begini.” Lalu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa salam bersabda, “Sesungguhnya seseorang itu beramal dengan amalan ahli surga hanya pada apa yang nampak bagi manusia saja, sedangkan dia adalah termasuk ahli neraka.” [HR Bukhari Juz 4 dan Muslim Juz 4 Kitab al-Qadar]
Aku memohon kepada Allah agar Allah mensucikan keikhlasan amalan-amalan rahasiaku dan amalan-amalan rahasia kalian semuanya, sebagaimana kita ketahui, bahwa sebuah kerahasiaan itu memiliki peranan yang sangat besar di dalam mengarahkan seorang manusia. Maka hati adalah sesuatu yang menjadi motor yang mengarahkan manusia dan dia juga merupakan pokok utamanya. Oleh sebab itu wajib bagi kita untuk senantiasa memperhatikan hati-hati kita dan senantiasa membersihkan dan mensucikannya dari kotoran-kotoran yang menempel padanya. Sebab terkadang pada hati itu terdapat sifat yang menjijikkan, seseorang menampakkan kebaikan dengan amalan zhahirnya namun di dalam hatinya ada sifat yang merusak yang menggelincirkannya ke dalam jurang kehinaan di kemudian hari.
Read more...

GURU DAN IMPLEMENTASI KURIKULUM 2013

0 komentar

Sebuah pertemuan menarik dilaksanakan di kantor Wakil Presiden Republik Indonesia, bersama Komite Pendidikan Nasional, Rabo,  23 Januari 2013. Pertemuan ini menarik karena dihadiri oleh Wapres, Prof. Dr. Boediono, menteri Dalam Negeri, Gamawan Fauzi, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Mohammad Nuh, menteri Agama, Suryadharma Ali, Menteri Pemuda dan Olah raga, Roy Suryo, ketua UKP4, Kuntoro dan para pejabat eselon I dari beberapa kementerian. 
Pertemuan ini menarik tentu saja karena membahas isu terakhir terkait dengan perubahan kurikulum 2013. Pertemuan untuk membahas tentang kurikulum selalu menarik sebab selalu terjadi perdebatan yang hangat tentang bagaimana implementasi kurikulum ini di tahun 2013. Adakah kemungkinan kurikulum ini diberlakukan tahun ini atau harus tahun Depan. Perbincangan itu tentu terkait dengan kesiapan anggaran pada tahun berjalan, sebab anggaran tahun ini tentu saja sudah direncanakan setahun sebelumnya sebagai konsekuensi anggaran berbasis kinerja. 
Pertemuan yang dipimpin langsung oleh Wapres ini menjadi menarik sebab membahas Tentang isu bagi bangsa Indonesia ke Depan terutama terkait dengan pendidikan yang tetap dianggap sebagai instrumen penting dan esensial bagi pengembangan manusia Indonesia di dalam menghadapi globalisasi dan juga tahun emas Indonesia tahun 2045. 
Isu anggaran tentu saja sudah merupakan isu klasik di dalam konteks pembangunannya nasional. Anggaran selalu menjadi hambatan bagi pengembangan program. Selalu saja bahwa untuk melakukan perubahan yang mendesak pastilah terhambat karena program harus didukung oleh anggaran yang cukup, sementara anggaran sudah sulit diubah karena sesuatu dan lain hal. 
Makanya, perjalanan perubahan kurikulum 2013 juga tampak tertatih-tatih terkait dengan penganggarannya. Biaya perubahan kurikulum ini tentu tidak sedikit sebab terkait dengan anggaran untuk penggandaan buku bagi seluruh siswa dari SD/MI sampai SMA/MA. Secara khusus kementerian agama tentu mengalami kesulitan yang lebih besar sebab ketersediaan anggaran yang sangat terbatas. Tentu berbeda dengan kementerian pendidikan dan kebudayaan yang memiliki anggaran cukup, baik anggaran kementerian sendiri maupun anggaran DAU dan DAK yang sudah digulirkan di daerah-daerah. Karena itu Mendikbud sangat optimis bahwa kurikulum 2013 akan bisa dilaksanakan meskipun akan mengalami kesulitan yang cukup berarti. Misalnya kendala revisi anggaran yang biasanya juga memakan waktu yang tidak pendek. 
Tetapi problem yang tidak kalah penting adalah mengenai guru. Semua masih sependapat bahwa kunci keberhasilan pendidikan terletak pada kualitas guru dan profesionalitas guru. D negara manapun, meskipun teknologi sudah menjadi bagian tidak terpisahkan bagi dunia pendidikan, akan tetapi peran guru di dalam proses pembelajaran tetaplah menjadi kata kunci sukses pendidikan. 
Makanya di dalam diskusi di Komite Pendidikan Nasional ini, juga mempertanyakan bagaimana penyiapan guru di dalam menghadapi perubahan kurikulum ini. Apakah guru sudah siap menghadapi perubahan kurikulum. Jangan sampai kurikulumnya berubah tetapi mindset guru tidak berubah. Sama saja antara kurikulum yang sebelumnya dengan kurikulum yang baru. Karena menyangkut perubahan mindset guru, maka tentunya harus disiapkan secara memadai tentang kesiapan guru ini. 
Guru tidak boleh berubah di dalam fungsinya sebagai transformer ilmu dan pamong bagi para siswa. Selain itu juga contoh di dalam kehidupan masyarakat. Sebagai transformer ilmu pengetahuan maka di dalam dirinya harus ada mindset untuk melakukan yang terbaik bagi profesinya sebagai guru dan sebagai pamong maka dia akan membimbing ara siswanya di dalam proses pencarian kebenaran yang berbasis pada ilmu pengetahuan. Demikian pula guru adalah contoh bagi para siswa di dalam karakter dan tindakan. Di dalam konteks Jawa, guru disebut kependekan dari kata digugu lan ditiru atau yang diikuti kata-katanya dan diikuti tindakannya. 
Guru merupakan Garda Depan bagi proses pembelajaran dan pendidikan. Dialah yang akan menentukan apakah pendidikan Indonesia berhasil atau tidak. Sebagai Garda Depan, sesungguhnya para guru telah memperoleh penghargaan sebagai guru profesional, yaitu guru yang telah memperoleh pengakuan sebagai pekerja profesional, sebagaimana dokter, ahli teknik, ahli hukum dan sebagainya. Sebagai pekerja profesional yang diakui oleh undang-undang, maka status guru tentu sangat dihormati. Tidak  hanya dari segi pendapatannya, akan tetapi juga dari sisi penghargaan yang layak. Jika dulu para guru disebut sebagai pahlawan tanpa tanda jasa disebabkan oleh kurangnya penghargaan terhadapnya, maka sekarang tentu tidak bisa lagi disebut dengan sebutan tersebut. 
Kurikulum bagaimanapun baiknya tentu masih sangat tergantung kepada para guru. Oleh karena itu perubahan mindset para guru tentu menjadi sangat penting sebagai prasyarat keberhasilan implementasi kurikulum. Dengan demikian, keberhasilan penerapan kurikulum 2013 juga sangat tergantung kepada perubahan mindset para guru di dalam mendidik para siswa. 
Kurikulum sebagai dokumen adalah variabel instrumen keberhasilan pendidikan. Akan tetapi yang menjadi variabel substansialnya adalah para guru. Instrumen musik adalah kumpulan  bunyi-bunyian yang akan bisa dinikmati dengan menyenangkan jika dimainkan oleh para pemain musik profesional. Jadi pemain musik yang ahlilah yang akan menentukan apakah sebuah sajian instrumen musik bisa dinikmati atau tidak. Demikian pula guru yang berkualitas lah yang akan menentukan apakah pendidikan akan bisa menjadi wahana bagi pengembangan kapasitas manusia atau tidak. 
Dengan demikian, pelatihan yang dikemas untuk mengembangkan profesionalitas guru adalah  jalan terbaik agar kurikulum 2013 akan bisa mengantarkan anak Indonesia ke Depan lebih baik atau tidak. Jadi, fungsi guru di dalam diskusi apapun tentang peningkatan pendidikan tetaplah menempati posisi yang sangat penting.
Tanpa guru yang baik dan berkualitas rasanya jangan pernah bermimpi bahwa pendidikan Indonesia akan naik peringkat di dalam ranking kualitas pendidikan di dunia.
Wallahu a’lam bialshawab. 

Read more...
 
SMP MUHAMMADIYAH 1 SURAKARTA © 2006 . taufik